Rabu, 15 Mei 2013

kesal


Menyalahkan jalanya keadaan
Menghapus pagi menjelang siang
Kenangan pahit dari pada racun
Teman sejatiku hanyalah illahi
Semua karna kau!
            Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu
            Tak pernah kau balut tulang rasaku
            Ku jahit sendiri sanubariku
            Yang sampai kau robek tak berarti
Kini tak benar ku benci
Namun terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu
Aku mengenang tuk renunganMenyalahkan jalanya keadaan
Menghapus pagi menjelang siang
Kenangan pahit dari pada racun
Teman sejatiku hanyalah illahi
Semua karna kau!
            Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu
            Tak pernah kau balut tulang rasaku
            Ku jahit sendiri sanubariku
            Yang sampai kau robek tak berarti
Kini tak benar ku benci
Namun terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu
Aku mengenang tuk renunganMenyalahkan jalanya keadaan
Menghapus pagi menjelang siang
Kenangan pahit dari pada racun
Teman sejatiku hanyalah illahi
Semua karna kau!
            Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu
            Tak pernah kau balut tulang rasaku
            Ku jahit sendiri sanubariku
            Yang sampai kau robek tak berarti
Kini tak benar ku benci
Namun terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu
Aku mengenang tuk renunganMenyalahkan jalanya keadaan
Menghapus pagi menjelang siang
Kenangan pahit dari pada racun
Teman sejatiku hanyalah illahi
Semua karna kau!
            Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu
            Tak pernah kau balut tulang rasaku
            Ku jahit sendiri sanubariku
            Yang sampai kau robek tak berarti
Kini tak benar ku benci
Namun terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu
Aku mengenang tuk renungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar