Menyalahkan
jalanya keadaan
Menghapus
pagi menjelang siang
Kenangan
pahit dari pada racun
Teman
sejatiku hanyalah illahi
Semua
karna kau!
Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu
Tak pernah kau balut tulang rasaku
Ku jahit sendiri sanubariku
Yang sampai kau robek tak berarti
Kini
tak benar ku benci
Namun
terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu
Aku
mengenang tuk renungan Menyalahkan
jalanya keadaan
Menghapus
pagi menjelang siang
Kenangan
pahit dari pada racun
Teman
sejatiku hanyalah illahi
Semua
karna kau!
Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu
Tak pernah kau balut tulang rasaku
Ku jahit sendiri sanubariku
Yang sampai kau robek tak berarti
Kini
tak benar ku benci
Namun
terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu
Aku
mengenang tuk renungan Menyalahkan
jalanya keadaan
Menghapus
pagi menjelang siang
Kenangan
pahit dari pada racun
Teman
sejatiku hanyalah illahi
Semua
karna kau!
Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu
Tak pernah kau balut tulang rasaku
Ku jahit sendiri sanubariku
Yang sampai kau robek tak berarti
Kini
tak benar ku benci
Namun
terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu
Aku
mengenang tuk renungan Menyalahkan
jalanya keadaan
Menghapus
pagi menjelang siang
Kenangan
pahit dari pada racun
Teman
sejatiku hanyalah illahi
Semua
karna kau!
Kau tusuk jiwaku dengan tanganmu
Tak pernah kau balut tulang rasaku
Ku jahit sendiri sanubariku
Yang sampai kau robek tak berarti
Kini
tak benar ku benci
Namun
terkenang peristiwa luka jiwa dan ragu
Aku
mengenang tuk renungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar